Aksi peringatan Hari Buruh (May Day) di depan Gedung DPR, Jakarta, yang awalnya berjalan damai, tiba-tiba diwarnai kericuhan. Penyelidikan lebih lanjut mengungkap dugaan adanya penyusupan dari kelompok anarko yang diduga menjadi pemicu insiden tersebut. Berikut kronologi sementara mengenai bagaimana kelompok anarko ini diduga menyusup hingga menyebabkan kericuhan dalam aksi demo May Day di DPR.
Menurut laporan dari pihak kepolisian, massa buruh dari berbagai serikat pekerja mulai berkumpul di depan Gedung DPR sejak pagi hari. Mereka menyampaikan aspirasi terkait isu-isu perburuhan dan melakukan orasi secara tertib. Situasi terpantau kondusif hingga menjelang siang hari.
Namun, suasana mulai berubah ketika sekelompok orang yang diduga kuat merupakan anggota kelompok anarko terlihat menyusup ke tengah-tengah barisan demonstran. Kelompok ini, yang ciri khasnya seringkali berpakaian serba hitam dan membawa atribut tertentu, mulai melakukan tindakan provokatif. Insiden ini menjadi pelajaran penting bagi aparat keamanan dan pihak penyelenggara aksi demo di masa mendatang untuk lebih waspada terhadap potensi penyusupan kelompok-kelompok yang memiliki agenda di luar isu utama yang diperjuangkan para buruh
Kronologi menunjukkan bahwa kelompok anarko ini diduga mulai melakukan aksi vandalisme dengan mencoret-coret fasilitas umum dan membakar ban di sekitar lokasi demo. Tindakan anarkis inilah yang kemudian memicu respons dari aparat kepolisian.
Upaya kepolisian untuk memadamkan api dan menertibkan aksi vandalisme tersebut diduga mendapatkan perlawanan dari kelompok anarko dan sebagian massa demonstran yang terprovokasi. Akibatnya, bentrokan antara aparat dan massa tidak terhindarkan, yang kemudian berujung pada pembubaran paksa menggunakan water cannon.
Pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi kericuhan tersebut, termasuk anggota kelompok anarko. Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi motif dan jaringan kelompok anarko ini.
Kronologi dugaan penyusupan kelompok anarko ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana kelompok non-buruh ini bisa masuk dan memprovokasi kericuhan dalam aksi Hari Buruh. Pihak kepolisian menduga adanya upaya untuk menunggangi aksi buruh demi kepentingan kelompok tertentu yang ingin menciptakan kekacauan.
