Kabar duka menyelimuti warga Bekasi setelah seorang remaja meninggal dunia akibat tenggelam di Kali Bekasi. Korban yang diketahui bernama Putra Pratama (12 tahun) ditemukan remaja meninggal dunia setelah sebelumnya pamit kepada orang tuanya untuk bermain bersama teman-temannya di sekitar kali. Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Minggu, 11 Mei 2025, dan jenazah korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada sore harinya.
Menurut keterangan saksi mata yang merupakan teman bermain korban, Putra bersama beberapa temannya bermain di pinggir Kali Bekasi yang berlokasi di wilayah Bekasi Timur. Diduga kuat, korban terpeleset saat bermain dan jatuh ke dalam kali yang saat itu arusnya cukup deras. Teman-teman korban yang panik segera memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan keluarga korban. Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Bekasi, Basarnas, dan relawan segera melakukan pencarian di sepanjang aliran Kali Bekasi.
Setelah beberapa jam melakukan pencarian, tim SAR akhirnya berhasil menemukan jenazah remaja meninggal tersebut tidak jauh dari lokasi awal korban diduga terjatuh. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian dari Polsek Bekasi Timur juga turut melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti remaja meninggal dunia tersebut.
Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Bambang Wahyudi, membenarkan adanya kejadian seorang remaja yang ditemukan meninggal dunia di Kali Bekasi. “Kami telah menerima laporan terkait seorang anak laki-laki yang tenggelam saat bermain di Kali Bekasi. Setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan, korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Kompol Bambang Wahyudi saat memberikan keterangan di lokasi kejadian. Pihaknya mengimbau kepada para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama saat bermain di dekat sungai atau area berbahaya lainnya. Tragedi remaja meninggal ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan orang tua terhadap keselamatan anak-anak. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain atau beraktivitas di area sungai yang berpotensi membahayakan, terutama saat arus sungai sedang deras.
