Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengamankan belasan remaja yang diduga kuat akan melakukan aksi tawuran di kawasan Jakarta Selatan. Penangkapan remaja diringkus polisi ini terjadi pada hari Minggu, 4 Mei 2025, sekitar pukul 16.00 WIB di sekitar Jalan Raya Lenteng Agung. Petugas yang sedang melakukan patroli rutin mencurigai adanya sekelompok besar remaja yang berkumpul dengan membawa senjata tajam.
Melihat gelagat yang mencurigakan, petugas kepolisian segera melakukan tindakan pencegahan dan berhasil mengamankan 15 orang remaja. Kepala Satuan Sabhara Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Polisi Slamet Riyadi, yang memimpin operasi tersebut, menyatakan bahwa para remaja diringkus polisi ini kedapatan membawa berbagai jenis senjata tajam seperti celurit, pedang, dan stik golf.
“Kami berhasil mengamankan 15 orang remaja yang diduga akan melakukan tawuran. Saat penggeledahan, kami menemukan berbagai jenis senjata tajam yang sangat membahayakan,” ujar AKP Slamet Riyadi di lokasi penangkapan. Beliau menambahkan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan fenomena tawuran antar remaja yang masih sering terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Langkah tegas akan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan ini.
Lebih lanjut, AKP Slamet Riyadi menjelaskan bahwa penangkapan remaja diringkus polisi ini berawal dari informasi yang diterima pihaknya mengenai adanya potensi tawuran antar kelompok remaja di wilayah Lenteng Agung. Berdasarkan informasi tersebut, tim patroli усиленно melakukan pemantauan dan berhasil mencegah terjadinya bentrokan. Para remaja yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Selatan untuk dilakukan pendataan dan pembinaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga akan memanggil orang tua dari para remaja diringkus polisi tersebut serta pihak sekolah untuk diberikan pemahaman mengenai bahaya tawuran dan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak. AKP Slamet Riyadi mengimbau kepada para orang tua dan pihak sekolah untuk lebih meningkatkan pengawasan dan memberikan pendidikan yang baik kepada para remaja agar tidak terjerumus dalam tindakan kekerasan dan kriminalitas. Beliau juga meminta peran aktif masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya indikasi potensi terjadinya tawuran.
