Fenomena maraknya rekaman aksi kejahatan yang mendadak viral di berbagai platform jejaring media sosial mendapatkan sorotan tajam dari kalangan praktisi hukum nasional. Penanganan atas fenomena kriminalitas di area urban kini dituntut untuk berjalan lebih cepat dan transparan guna merespons keresahan masyarakat di dunia maya. Banyak kasus perundungan, pencurian, hingga penganiayaan jalanan yang baru mendapat perhatian serius aparat penegak hukum setelah video kejadiannya ditonton oleh jutaan warga digital.
Para pengamat menegaskan bahwa ketegangan hukum tidak boleh hanya bergantung pada tingkat viralitas suatu insiden di media sosial semata, melainkan harus berlaku adil bagi semua. Penindakan atas tindakan kriminalitas harus dilaksanakan secara konsisten dan responsif di lapangan, baik kasus tersebut mendapat sorotan publik secara luas maupun tidak sama sekali. Kepolisian dituntut untuk terus meningkatkan keaktifan patroli dan sistem pengaduan langsung agar masyarakat merasa terlindungi setiap saat tanpa perlu memviralkan musibah.
Di sisi lain, kebiasaan warga yang aktif merekam dan menyebarkan rekaman peristiwa kejahatan dinilai sangat membantu tugas penyidik dalam mengidentifikasi wajah dan pelarian para pelaku. Pengungkapan tindak kriminalitas perkotaan menjadi jauh lebih efisien berkat adanya bukti rekaman visual yang diunggah oleh para saksi mata di lokasi kejadian. Namun, warga juga diimbau untuk tetap berhati-hati dan tidak mengabaikan keselamatan jiwa pribadi saat berupaya merekam suatu insiden kekerasan di ruang publik.
Pemerintah daerah bersama kepolisian menyambut baik partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan kota melalui pengawasan media sosial yang positif dan bertanggung jawab. Pembenahan fasilitas pengamanan perkotaan seperti penambahan kamera pemantau dan lampu penerangan jalan akan terus dipercepat di kawasan-kawasan pemukiman yang tergolong rawan. Kecepatan tindakan aparat dalam menanggapi aduan warga digital terbukti berhasil meningkatkan kembali apresiasi publik terhadap kinerja jajaran kepolisian.
Ke depan, keterbukaan komunikasi antara aparat penegak hukum dan warga masyarakat digital harus terus dipelihara secara harmonis dan penuh rasa saling percaya. Ruang publik kota yang aman, tertib, dan bebas dari ancaman kejahatan merupakan hak bagi setiap warga negara yang wajib diwujudkan bersama oleh pemerintah dan aparat. Mari bersama kita manfaatkan sarana teknologi komunikasi secara bijak demi mendukung terwujudnya keamanan dan kedamaian di kota tempat tinggal kita.
