Mitos atau Fakta? Kisah Candi Prambanan Dibangun dalam Semalam

Candi Prambanan, mahakarya arsitektur Hindu abad ke-9 yang megah, menyimpan berbagai cerita dan legenda yang menarik. Salah satu kisah yang paling populer dan мелегенда adalah cerita tentang pembangunan candi ini yang konon dilakukan hanya dalam waktu semalam oleh Bandung Bondowoso atas permintaan Roro Jonggrang. Namun, benarkah demikian? Mari kita telaah faktanya.

Kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang memang menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita rakyat yang melingkupi Candi Prambanan. Dikisahkan bahwa Bandung Bondowoso, seorang pangeran sakti, mencintai Roro Jonggrang dan melamarnya. Namun, Roro Jonggrang yang tidak mencintai Bandung Bondowoso mengajukan syarat yang mustahil: membangun seribu candi dalam waktu semalam.

Dengan bantuan makhluk halus, Bandung Bondowoso hampir berhasil menyelesaikan syarat tersebut. Namun, Roro Jonggrang curang dengan memerintahkan para wanita desa menumbuk padi dan membuat api besar agar suasana seperti pagi hari. Para makhluk halus yang membantu Bandung Bondowoso pun ketakutan dan melarikan diri, sehingga pembangunan candi keseribu gagal. Murka, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu, yang konon adalah arca Dewi Durga di salah satu candi.

Lalu, bagaimana faktanya? Berdasarkan penelitian arkeologi dan prasasti, pembangunan kompleks Candi Prambanan tidak mungkin diselesaikan dalam waktu semalam. Proses pembangunannya diperkirakan memakan waktu yang cukup lama, bahkan mungkin beberapa generasi. Candi ini diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dan Rakai Balitung dari Wangsa Sanjaya pada pertengahan abad ke-9 Masehi.

Analisis arsitektur dan relief candi menunjukkan adanya tahapan pembangunan dan kemungkinan adanya keterlibatan banyak tenaga ahli dan pekerja dalam waktu yang berbeda. Gaya arsitektur yang kompleks dan detail relief yang rumit tidak mungkin diselesaikan dalam waktu singkat.

Kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang lebih merupakan фольклор atau legenda yang berkembang di masyarakat untuk menjelaskan asal-usul Candi Prambanan.

Meskipun demikian, keindahan dan kemegahan Candi Prambanan tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dari seluruh dunia. Pada Kamis, 10 April 2025, ribuan wisatawan mengunjungi kompleks candi ini untuk menyaksikan langsung arsitektur yang luar biasa dan mempelajari sejarah serta legenda yang melingkupinya.